Pola Asuh Religius

Ada kepribadian yang baik, selain menciptakan pendidikan moral, orang tua juga sering menggunakan nilai-nilai agama. Pelajaran yang dipetik pada anak diharapkan dapat membuatnya bertanggung jawab atas tindakannya. Pola asuh juga dapat membantu masyarakat hidup lebih damai.

Pada tahun 2018, penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Harvard juga menunjukkan bahwa pola asuh religius berperan penting dalam kesehatan mental anak. Apa penjelasannya?

Pola religi orang tua relevan dengan kesehatan anak

pola pembinaan agama bagi kesehatan anak

Ternyata, pola ketaqwaan yang dipraktekkan selama-lamanya bagi anak-anak dan remaja dapat membantu mereka menjalani hidup yang lebih sehat dan terkumpul secara lebih umum sejak dewasa.

Hasilnya diperoleh dari studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa aktivitas mereka yang melaksanakan kegiatan keagamaan pada rutinitas masa kanak-kanak dan remaja menggunakan kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Selain itu, mereka memiliki keunggulan kekuatan yang lebih rendah karena seks dan kesehatannya lebih sering menggunakan narkoba dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pendidikan agama.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data dari partisipan yang menjadi pasangan ibu dan anak. Peserta terdiri lebih dari 5.000 pemuda dan masa perkembangan 8-14 tahun.

pola keibuan agama bagi anak untuk kesehatan

Untuk membuat kesimpulan akhir, peneliti juga mempertimbangkan berbagai faktor lainnya. Beberapa orang termasuk kesehatan ibu, status sosial ekonomi, apakah ada riwayat narkoba dan gejala depresi.

Akibatnya, kaum muda yang secara teratur menggunakan layanan keagamaan melaporkan bahwa tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tumbuh dewasa.

Dan mereka yang beribadah atau meditasi kepuasan penggunaan hampir setiap hari adalah 16% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.

Selain itu, remaja yang mengikuti pola asuhan religius lebih cenderung terlibat dalam perilaku seksual tanpa kondom. Karena itu, mereka berisiko tertular penyakit menular seksual.

Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan anak?

pola religius dalam merawat kesehatan anak
Tidak berafiliasi dengan agama apapun, ada manfaatnya bagi banyak orang, adalah tentang kesehatan fisik dan kesehatan mental.

Misalnya, pergi ke suatu tempat ibadah secara rutin akan menanyakan kepada Anda tentang komunitas yang dapat memberikan dukungan moral, emosional, dan sosial. Itu bisa membuat kesehatan mental Anda lebih baik.

Banyak orang pergi ke kompilasi tempat ibadah mengalami kendala. Tujuannya adalah untuk berdoa dan meminta bimbingan Tuhan atau hanya untuk menemukan tempat di mana Anda dapat mengeluh.

Melihat ini akan membantu Anda melakukan lebih baik karena mengetahui secara real time bukan hanya Anda yang mengalami masalah.

Pengamalan agama di rumah seperti beribadah kepada jamaah sekaligus untuk meningkatkan kebersamaan dan bisa menjadi waktu untuk mendekatkan diri dengan orang yang dicintai, pasangan baik, orang tua, atau anak.

Selain itu, partisipasi beragama dapat meningkatkan kesehatan psikologis melalui peningkatan harga diri. Selain itu, ini dapat digunakan untuk kekhawatiran tentang masa depan dan membantu mereka menemukan makna dalam hidup mereka.

Pola perkembangan agama yang baik akan membuat anak mengerti dan semua hal itu tertata. Sampai kompilasi dewasa nanti, tetap jauhi hal-hal yang bisa membuat Anda tetap sehat.