Output yang Lebih Besar Memerlukan Input yang Lebih Besar

 Output yang Lebih Besar Memerlukan Input yang Lebih Besar

Secara intuisi dikatakan bahwa jumlah input yang lebih banyak yang dimasukkakn kedalam produksi akan menghasilkan jumlah output yang lebih banyak. Sebaliknya juga bjisa dikatakan dengan sama benarnya jika dikehendaki  jumlah output yang lebih besar, maka pasti memerlukan jumlah input yang lebih besar pula. Hal ini bisa dilihat dalam gambar 7.4. Pada titik A jumlah yang bisa diproduksi dari input yang ada adalah sebanyak  X₁ untuk barang X  dan sebanyak Y₁ untuk Y.  Pada tiik A’ jumlah yang bisa diproduksi adalah sebanyak X₂  untuk barang X dan sebanyak Y₁ untuk produk Y. Jika kita bandingkan antara kombinasi output yang ada pada titik A dan titik A’ maka sevara pasti dikatakan bahwa kombinasi A’ mempunyai kandungan output yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena keduanya mempunyai kandungan  Y yang sama., namun kombinasi A’ mempuynyai kandungan X yang lebih besar dari kombinasi A.

  1. Kurva Isoinput yang Lebih Tinggi Menyediakan Input yang Lebih Tinggi

Berdasarkan pada sifat kedua di atas bisa disimpulkan bahwa kombinasi A’ mempunyai kandungan output yang lebih besar  dari kombinasi A. Konsekuensinya kurva isoinput dimana kombinasi A’ berada menyediakan input yang lebih besar disbanding dengan kurva isoinput dimana kombinasi A berada. Dalam gambar terlihat bahwa kurva isoinput dimana kombinasi A berada menyediakan jumlah input sebanyak 10(IT₁₀), sementara kurva isoinput  dimana kombinasi A’ berada menyediakan input sebesar 20 (IT₂₀). Dengan melihat posisi kurva isoinput IT₃₀ yang lebih tinggi, maka bisa dikatakanbahwa semakin tinggi posisi kurva isoinput(IT), maka semakin besar input yang tersedia bagi produsen untuk melakukan kegiatan produksi.

  1. Transformasi Input

Pada gambar-gambar kuva isoinput tersebut di atas terlihat bahwa kurva isoinput ini mempunyai slope yang negative. Slope negatif  ini memberikan makna adanya subsitusi antara barang X dan barang Y. Pada gambar terlihat bahwasanya pergerakan titik A ketitik B telah terjadi substitusi dari barang X untuk barang Y. Pada titik A jumlah barang X dan Y yang bisa diproduksi adalah sebesar (X₁,Y₁). Pada titik B jumlah barang X dan Y bisa diproduksi adalah sebesar (X₂,Y₂). Padahal , pada kedua titik A dan B tersebut jumlah input yang dipakai adalah sama. Oleh karena itu, gambar tersebut mengatakan bahwa pergerakan dari titik A ke titik B mengakibatkan turunnya jumlah  barang Y yang bisa diproduksi yaitu dari Y₁ ke Y₂.

Sumber :

https://zalala.co.id/pusat-riset-apple-diharapkan-dorong-konten-lokal/