Pengertian wahyu

Table of Contents

Pengertian wahy

Wahyu berasal dari kata arab al-wahy (الو حى), dan al-wahy adalah kata asli Arab dan bukan kata pinjaman dari bahasa asing. Kata itu berarti suara, api dan kecepatan. Di samping itu ia juga mengandung arti bisikan, isyarat, tulisan dan kitab. Al-wahy selanjutnya mengandung arti pemberitahuan secara tersembunyi dan dengan cepat. Tetapi kata itu lebih di kenal dalam arti” apa yang di sampaikan Tuhan kepada nabi-nabi”. Dalam kata wahyu dengan demikian terkandung arti penyampaian sabda Tuhan kepada orang pilihanya agar di teruskan kepada umat manusia untuk di jadikan pegangan hidup. Sabda Tuhan mengandung ajaran, petunjuk dan pedoman yang di perlakukan umat manusia dalam perjalanan hidupnya baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Dalam islam wahyu atau sabda Tuhan yang di sampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w terkumpul semuanya dalam al-Qur’an.

Penjelasan tentang terjadinya komunikasi antara tuhan dan nabi-nabi, di berikan oleh al-Qur’an sendiri. Salah satu ayat dalam surat Asy-Syura’ menjelaskan:

* $tBur tb%x. AŽ|³u;Ï9 br& çmyJÏk=s3ムª!$# žwÎ) $·‹ômur ÷rr& `ÏB Ç›!#u‘ur A>$pgÉo ÷rr& Ÿ@Å™öãƒ Zwqß™u‘ zÓÇrqã‹sù ¾ÏmÏRøŒÎ*Π$tB âä!$t±o„ 4 ¼çm¯RÎ) ;’Í?tã ÒOŠÅ6ym ÇÎÊÈ

  1. 51.  Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang dia kehendaki. Sesungguhnya dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.(Q.S Asy Syura’42-51)

Adanya komunikasi antara oarang-oarang tertentu dengan Tuhan bukanlah hal yang ganjil. Oleh karena itu adanya dalam islam wahyu dari Tuhan kepada Nabi Muhammad Saw, bukanlah pula suatu hal yang tidak dapat diterima akal.

Sebagai telah disebut wahyu yang di sampaikan Tuhan kepada NabiMuhammad s.a.w, melalui jibril mengambil bentuk Al-Qur’an Ayat-ayat Al-Qur’an dengan demikian merupakan sabda Tuhan bukan hanya dalam isi, tetapi juga dalam kata-katanya. Dengan kata lain, teks Arab yang mengandung isi dan arti-arti itu adalah di wahyukan Tuhan kepada Nabi Muhammad s.a.w, melalui jibril. Sebagai kata Seyyed Hossein Nsar “baik jiwa maupun kata-kata, baik isi maupun bentuknya” adalah suci dan diwahyukan.

Dikalangan kaum orientalis yang menulis tentang islam, soal wahyu yang di sampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. ini juga banyak di bahas. Salah satu dari mereka, Tor Andrae, menjelaskan bahwa terdapat dua bentuk wahyu, pertama wahyu yang di terima melalui pendengaran (auditory) dan kedua, wahyu yang di terima melalui penglihatan (visual). Dalam bentuk pertama wahyu meupakan suara yang berbicara ke telinga ataupun ke hati seorang Nabi. Dalam bentuk kedua wahyu merupakan pandangan dan gambar, terkadang jelas sekali, tetapi biasanya samar-samar. Dalam penerimaan wahyu, Nabi Muhammad, demikian Tor Andrae selanjutnya, termasuk tipe pertama, tipe pendengaran. Wahyu didiktikan kepada beliau oleh suara yang menurut keyakinan beliau berasal dari jibril. Selanjutnya Tor Andre membawa ayat al Qur’an untuk mempekuat uraian di atas.

Sumber :

https://andyouandi.net/google-perkenalkan-headset-vr-daydream-view-baru/