Hutan : Jenis Berdasarkan Fungsinya

Hutan : Jenis Berdasarkan Fungsinya

Jenis-jenis hutan berdasarkan fungsinya menurut Undang-Undang Kehutanan Nomor 41 tahun 1999 terbagi menjadi 3 bagian yakni hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi. Hutan dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan ekosistem yang terdiri dari berbagai jenis sumber daya alam dan di dalamnya didominasi kehadiran tumbuh-tumbuhan baik itu tumbuhan tingkat bawah sampai tumbuhan tingkat pohon. Selain itu, di dalam hutan terjadi proses rangkaian saling memanfaatkan antara lingkungan dan berbagai jenis tumbuhan sehingga tidak dapat terpisahkan. Hutan memiliki peranan penting bagi kehidupan yaitu mengolah karbon dioksida menjadi oksigen yang dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup. Proses pengolahan ini terjadi pada reaksi fotosintesis pada tumbuhan dimana karbon dioksida dan air diubah menjadi glukosa yang diperlukan tumbuhan dan dikeluarkan menjadi oksigen. Dalam artikel ini akan diuraikan satu persatu tentang jenis hutan berdasarkan fungsinya serta luas kawasan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

1. Hutan Konservasi

Hutan konservasi merupakan suatu kawasan yang memiliki ciri khas tersendiri/tertentu dengan fungsi utama sebagai pengawetan keanekaragaman tumbuhan serta satwa dan ekosistemnya (UU No. 41 tahun 1999). Selanjutnya MIPL (2010) menjelaskan bahwa konservasi dalam arti pelestarian diartikan sebagai pengawetan daya dukung, fungsi, mutu serat kemampuan lingkungan sehingga memiliki keseimbangan. Selain itu, hutan konservasi tidak dapat dilakukan eksploitasi di dalamnya dan harus dilakukan pelestarian secara alami, hutan konservasi ini berbentuk cagar alam, suaka marga satwa, taman nasional, dan lainnya (Purnomo, 2014). Hutan konservasi diduga muncul akibat adanya berbagai kerusakan lingkungan yang dapat memicu perubahan pola kehidupan manusia. Salah satu kerusakan lingkungan tersebut adalah terjadinya degradasi yang sangat signifikan terhadap perubahan lingkungan hutan. Eliza (2017) menjelaskan bahwa pemanfaatan hutan memberikan manfaat yang besar bagi manusia, akan tetapi menimbulkan kerusakan hutan jika tidak seiring dengan kepedulian terhadap konservasi hutan. Tujuan terbentuknya hutan konservasi menurut Rachman (2012).
  • Mewujudkan sumberdaya alam hayati yang lestari serta terbentuknya keseimbangan ekosistem, sehingga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan mutu kehidupan manusia.
  • Melestarikan kemampuan dan pemanfaatan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya secara serasi dan seimbang.
  • Mengupayakan kelestarian satwa dapat dipertahankan.
Luas kawasan hutan konservasi yang dilaporkan oleh Eliza pada tahun 2017 berdasarkan data BPS 2014 adalah 21,17 juta ha. Kawasan hutan konservasi sesuai PP No. 104 tahun 2015 meliputi 3 kawasan yakni:
  • Kawasan Pelestarian alam yang teridiri dari taman nasional, taman wisata alam, dan taman hutan raya.
  • Kawasan suaka alam yang meliputi cagar alam dan suaka margasatwa.
  • Taman Buru

RECENT POSTS