Fungsi Sistem Endokrin secara Umum

Fungsi Sistem Endokrin secara Umum

Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang, menstimulasi urutan perkembangan, mengkoordinasi sistem reproduktif, memelihara lingkungan internal optimal.

Empat tujuan/kegunaan paling penting dari Sistem Endokrin, yaitu :

  1. Homeostasis (temperatur/thermoregulation, metabolisme, nutrisi, keseimbangan asam basa)
  2. Combating stress (infeksi, trauma, shock)
  3. Growth & development (mengembangkan jumlah sel/hyperplasia, dan mengembangkan ukuran sel/hypertrophy).
  4. Reproduction (mensekresikan hormon sex pada laki-laki dan perempuan/ mengembangkan karakteristik organ sex primer dan sekunder ).

Berikut adalah aktivitas tubuh yang dikendalikan oleh hormon dan jenis hormon yang mengendalikan

  1. Pencernaan dan fungsi metabolik yang terkait.
    • Sekretin, gasterin, insulin, glukagon, noradrenalin, tiroksin, dan hormon dari kortes adrenal.
  2. Osmoregulasi, pengeluaran, dan metabolisme air serta garam.
    • Prolaktin, vasopresin, aldosteron.
  3. Metabolisme kalsium:
    • Hormon pada teroid, kalsitonin.
  4. Pertumbuhan dan perubahan morfologis;
    • Hormon pertumbuhan, androgen dari korteks adrenal
    • Tiroksin (untuk metamorfosis amfibi)
    • MSH (perubahan warna amfibi)
  5. Organ dan proses reproduksi
    • FSH,LH, estrogen, progesteron, prolaktin, dan testosteron.
  6. Kelenjar Endokrin
  7. Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.

  1. Hipofisis anterior:

1)      Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel, pertumbuhan)

2)      Hormon tirotropin (sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)

3)      Hormon Adrenokortikotropin (merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)

4)      Hormon Laktogenik (sekresi ASI)

5)      Hormon Gonadotropin (FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang sel interstitial membentuk hormon testosteron)

Hipofisis Medula (membentuk hormon pengatur melanosit)

  1. Hipofisis posterior

1)      Hormon oksitosin (merangsang kontraksi kelahiran)

2)      Hormon Vasopresin (merangsang reabsorpsi air ginjal)

Sumber :

https://nashatakram.net/google-assistant-kini-bisa-bantu-putar-spotify/