Aliran-aliran Ontologi 

 Aliran-aliran Ontologi  Aliran-aliran Ontologi 

Di dalam pemahaman ontologi dapat diketemukan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut:

Materialisme

Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi, bukan rohani. Aliran ini sering juga disebut dengan naturalism. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataan dan satu-satunya fakta. Yang ada hanyalah materi, yang lainnya jiwa atau ruh itu hanyalah merupakan akibat saja dari proses gerakan kebenaran dengan salah satu cara tertentu.

Kalau dikatakan bahwa materialisme sering disebut naturalism, sebenarnya ada sedikit perbedaan diantara dua paham itu. Namun begitu, materlialisme dapat dianggap seatu penampakan diri dari naturalism. Naturlisme berpendapat bahwa alam saja yang ada, yang lainnya diluar alam tidak ada. Yang dimaksud alam disini ialah segala-galanya, meliputi benda dan ruh. Jadi bnda dan ruh sama nilainya dianggap sebagai alam yang satu. Sebaliknya, materlialisme menganggap ruh adalah kejadian dari benda. Jadi tidak sama nilai benda dan ruh seperti dalam naturalisme. Dalam perkembangannya, sebagai aliran yg paling tua, paham ini timbum dan tenggelam seiring roda kehidupan manusia yang selalu diwarnai dengan filsafat dan agama. Alasan mengapa aliran ini berkembang sehingga memperkuat dugaan bahwa yang merupakan hakikat adalah:

    1. Pada pikiran yang masih sederhana, apa yang kelihatan yang dapat diraba, biasanya dijadikan kebenaran terakhir. Pikiran sederhana tidak mampu memikirkan sesuatu di luar ruang yang abstrak.
    2. Penemuan-penemuan menunjukkan betapa bergantungnya jiwa pada badan. Oleh sebab itu, peristiwa jiwa selalu dilihat sebagai  peristiwa jasmani. Jasmani lebih menonjol dalam peristiwa ini.

 

Dalam sejarahnya manusia memang bergantung pada benda seperti padi. Dewi Sri dan Tuhan muncul disitu. Kesemuanya ini memperkat dugaan bahwa yang memperkuat hakikat adalah benda.

Idealisme

Sebagai lawan materialisme adalah aliran idealism yang dinamakan juga spiritualisme. Idealisme berarti serba cita, sedang  spiritualisme berarti serba ruh. Idealism diambil dari kata “Idea”, yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa. Aliran ini beranggapan bahwa hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu semua berasal dari ruh (sukma) atau sejenis dengannya, yaitu sesuatu yang tidak berbentuk dan menepati ruang. Materi atau zat itu hanyalah suatu jenis dari penjelasan ruhani.

Alasan aliran ini yang menyatakan bahwa hakikat benda adalah ruhani, spirit atau sebangsanya adalah :

    1. Nilai ruh lebih tinggi dari pada badan, lebih tinggi nilainya dari materi bagi kehidupan manusia. Ruh ini dianggap sebagai hakikat yang sebenarnya. Sehingga materi hanyalah badannya, bayangan atau penjelmaan saja.
    2. Manusia lebih dapat memahami dirinya daripada dunia diluar dirinya.
    3. Materi ialah kumpulan energy yang menempati ruang. Benda tidak ada, yang ada energi itu saja.

RECENT POSTS