Perjuangan Persiapan Kemerdekaan melalui BPUPKI

Perjuangan Persiapan Kemerdekaan melalui BPUPKI

Perjuangan Persiapan Kemerdekaan melalui BPUPKI

Pada akhir tahun 1944 Jepang sudah mulai terdesak dalam Perang Asia Timur Raya, oleh sebab itu Perdana Menteri Jepang Koiso mengumumkan janji kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Janji tersebut hanyalah taktik saja agar perlawanan rakyat Indonesia berkurang dan berbalik bersimpati kepada Jepang, namun rakyat tidak begitu percaya dan terus melanjutkan perrjuangan. Akhirnya Letnan Jenderal Kumakici Harada panglima tentara Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Coosakai) dengan tujuan untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting berkenaan dengan masalah tata pemerintahan Negara Indonesia yang merdeka. Badan ini terbentuk pada tanggal 29 April 1945 dengan Ketua K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, R.P. Soeroso dan Ichibangase sebagai wakil ketua, beranggotakan sebanyak 60 orang dan dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 dengan tugas pokok: merencanakan organisasi pemerintahan nasional Indonesia yang akan menerima kemerdekaan dari pihak Jepang dan membuat rancangan UUD untuk Negara Indonesia merdeka.
BPUPKI melakukan siding sebanyak dua kali. Sidang pertama tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 membahas tentang dasar filsafat Negara (philosofische grandslag) Indonesia merdeka, pandangan hidup bangsa Indonesia (weltanschauung) yaitu fundamen, filsafat, dan pikiran yang sedalam-dalamnya untuk dapat mendirikan Indonesia merdeka yang kekal abadi, akhirnya lahirlah rumusan-rumusan dasar faklsafah bangsa seperti rumusan Mr. Muh. Yamin, Ir. Soekarno, Mr. Soepomo. Dan untuk menindaklanjuti sidang pertama dibahas lagi dalam Panitia Kecil. Pada tanggal 22 Juni 1945 yang terkenal dengan dihasilkannya hokum dasar yang oleh Muh. Yamin disebut dengan Piagam Jakarta yang berbunyi sebagai berikut:“ Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai denganperikemanusiaan dan perikeadilan.Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan social, disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hokum dasar Negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan, dengan berdasar kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islambagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh Indonesia.”
Sidang BPUPKI kedua pada tanggal 10-16 Juli 1945 membicarakan tentang penyusunan rencana Pembukaan UUD dan rencana UUD, serta rencana lain yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya dibentuklah panitia-panitia kecil, antara lain :
Panitia kecil Declaration of Human Right yang diketuai oleh Mr. Achmad Subardjo
Panitia kecil perancang UUD dengan ketuanya Mr. Soepomo
Menerima hasil sidang 22 Juni 1945 sebagai preambul .

Menjelaskan arti kemerdekaan bagi suatu bangsa

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa, maka kemerdekaan harus diperjuangkan dan dimiliki oleh setiap bangsa. Setiap bangsa yang telah merdeka, berarti bangsa tersebut telah bebas dan terlepas dari tekanan bangsa lain, artinya bangsa yang telah merdeka berarti bangsa tersebut telah memiliki kedaulatan, baik kedaulatan kedalam maupun kedaulatan keluar. Kedaulatan kedalam berarti bangsa tersebut telah memiliki hak atau kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Kedaulatan keluar berarti bangsa tersebut mempunyai kekuasaan untuk mengadakan hubungan atau kerja sama dengan bangsa lain. Dengan demikian adanya kemerdekaan bangsa tersebut bebas dari penjajah dan berdiri sebagai Negara yang berdaulat sejajar dengan bangsa-bangsa lin di dunia. Itulah arti dari kemerdekaan bagi suatu bangsa.
Menunjukkan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan
Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan melalui perjalanan panjang yang penuh dengan resiko, pengorbanan, dan penderitaan, serta semangat perjuangan yang tidak kenal menyerah.
semangat heroik dan patriotik yang telah dilakukan para pemimpin dan pejuang kita sehingga berhasil meraih kemerdekaan, diantaranya merasa senasib dan sepenanggungan hidup di masa penjajahan sehingga mengalami penderitaan, kenistaan, dan kesengsaraan lahir dan batin, kesadaran bahwa kemerdekaan adalah hak yang harus dimiliki, adanya nilai-nilai luhur dan agama yang menjiwai dan mempengaruhi, seperti persamaan derajat, harkat dan martabat, serta hak dan kewajiban sesama umat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang M aha Esa, dan adanya keinginan yang tulus bangsa Indonesia untuk merdeka agar mampu mewujudkan cita-cita nasional dan tujuan Negara.Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/gbwhatsapp/