Kata Penghubung namun

Kata Penghubung namunKata Penghubung namun

Kata penghubung namun dengan fungsi “menggabungkan mempertentangkan” digunakan di antara dua buah kalimat. Kalimat pertama atau kalimat sebelunya berisi penyatuan dan kalimat kedua berisi pernyataan yang kontras dengan kalimat pertama.

Contoh:

 

Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami sekolahkan. Namun, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.

Sehabis lebaran banyak kantor masih sepi. Pegawai-pegawai cuma duduk-duduk, mengobrol, atau baca koran. Namun, mereka tetap berada di tempat sampai jam kantor.

Catatan:

1). Kata penghubung namun sesungguhnya sama fungsinya dengan kata penghubung tetapi. Namun, kata penghubung tetapi hanya digunakan sebagai penghubung antar klausa, sedangkan kata penghubung namun digunakan sebagai penghubung antar kalimat. Perhatikan contoh-contoh diatas. 2). Kata penghubung namun untuk lebih menegaskan, dapat diikuti kata begitu dan demikian.

Contoh:

 

Sejak kecil dia kami asuh, kami didik, dan kami sekolahkan. Namun begitu, setelah dewasa menjadi orang besar dia lupa kepada kami.

Dia memang bandel, keras kepala, dan suka membantah. Namun demikian, hatinya baik dan suka menolong.

Kata Penghubung sedangkan

Kata penghubung ini dengan fungsi untuk “menggabungkan mempertentangkan atau mengkontraskan” digunakan di antara dua buah klausa.

 

Contohnya:

Ayah menjadi dokter di puskesmas, sedangkan ibunya menjadi bidan.

Kami bekerja keras memperbaiki tanggul yang jebol itu, sedangkan mereka berdua duduk-duduk saja berpangku tangan.

Kata penghubung sebaliknya

Kata penghubung sebaliknya dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan mempertentangkan dengan tegas” dapat digunakan di antara dua buah klausa atau di antara dua buah kalimat.

Contoh:

Di hadapan kita dia memang ramah. Sebaliknya, jauh dari kita sombongnya bukan main.

Muara sungai itu lebar dan dangkal. Sebaliknya, di bagian hulu sungai itu sempit dan dalam.

 

Kata Penghubung malah dan malahan

Kata penghubung malah dan malahan¬† dengan fungsi untuk “menguatkan mempertentangkan” digunakan di antara dua buah klausa tentang amanat keduanya bertentangan.

Contoh:

– Diberi pertolongan bukannya mengucapkan terima kasih, malah ia memburuk-burukkan nama kita

 

Kata Penghubung bahkan

Kata penghubung bahkan dengan fungsi “menggabungkan menguatkan” dapat digunakan di antara dua buah kalimat.

Contohnya:

– Anak itu memang nakal. Bahkan ibunya sendiri pernah ditipunya.

– Dia pandai sekali memegang rahasia. Bahkan kita sendiri tidak tahu.

 

Kata Penghubung lagipula

Contohnya: 1) Saya tidak hadir karena sakit. Lagipula saya tidak diundang.  2). Mari kita makan di restoran ini saja, masakannya enak, harganya murah, lagipula pelayanannya memuaskan.

 

Kata Penghubung apalagi

Kata penghubung apalagi dengan fungsi untuk menyatakan “menggabungkan menguatkan” digunakan pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan.

Contoh:

– Kamu saja yang lulusan SMA tidak tahu, apalagi saya yang cuma tamatan SD

–¬† Jalan-jalan di ibu kota seringkali macet. Apalagi pada jam-jam sibuk.

 

Catatan:

1). Secara optimal kata penghubung apalagi dapat diikuti kata kalau atau jika, bila digunakan pada kalimat yang tidak bersubjek.

Contoh: Hawa disini sejuk sekali, Apalagi kalau malam hari. Saya tidak dapat hadir. Apalagi jika tidak dijemput.

 

2) Kata penghubung lebih-lebih pula atau lebih-lebih lagi dengan fungsi untuk menyatakan “menguatkan” dapat digunakan pada awal keterangan tambahan atau kalimat tambahan, sebagai varian dari kata penghubung apalagi atau apalagi kalau. Contoh: Anak itu memang nakal, lebih-lebih lagi di sekolah. Saya tidak mau bicara dengan dia, lebih-lebih pula kalian sikapnya begitu.


Sumber: https://dosenpendidikan.id/