Ternyata UNBK Lebih Boros daripada UN Kertas

Ternyata UNBK Lebih Boros daripada UN Kertas

Ternyata UNBK Lebih Boros daripada UN Kertas

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo menyebut, ada sekolah yang mengaku harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk pembiayaan UNBK jika dibandingkan dengan UN berbasis kertas.

“Biaya-biaya tersebut tidak hanya harus mengeluarkan honor dan konsumsi panitia dan

pengawas, untuk UNBK perlu tambahan biaya honor proktor, teknisi, biaya sinkronisasi, pengadaan modem, biaya pengamanan 24 jam agar komputer atau laptop tidak dicuri, biaya penambahan daya bagi sekolah yang belum memenuhi minimal daya listrik,” kata dia.

Tidak hanya itu, pelaksanaan UNBK juga membutuhkan biaya lain dalam bentuk sarana lain seperti penyediaan genset dan solar untuk berjaga-jaga ketika listrik mati. Biaya simulasi dan tryout UNBK juga makin menyedot anggaran.

“Pemerintah harus serius dalam penyediaan sarana komputer di sekolah dengan memberikan

stressing khusus pembelian komputer dari dana BOS seperti halnya 20 persen BOS untuk Buku K-13,” imbuhnya.

Pemerintah, kata Heru, juga harus melakukan edukasi kepada proktor dan teknisi sekolah secara merata seperti jenjang pelatihan K-13 yang sudah dilakukan.

Hasrat untuk menyiaakan generasi bangsa memasuki era Revolusi Industri 4.0, harus dibarengi dengan ketersediaan sarana-prasarana berbasis TIK/Komputer, termasuk akses internet yang baik.

“Jika prasyarat di atas tak dipenuhi, setidaknya yang diukur dalam pelaksanaan UNBK ini, maka

generasi yang siap memasuki industri 4.0 hanya sebatas angan-angan belaka, ” pungkasnya. (Andi)

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/