DPR ‘Ngotot’ Perjuangkan Dana Rp20 Triliun untuk BSSN

DPR ‘Ngotot’ Perjuangkan Dana Rp20 Triliun untuk BSSN

DPR ‘Ngotot’ Perjuangkan Dana Rp20 Triliun untuk BSSN

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan pihaknya bakal memperjuangkan dana untuk

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebesar Rp20 triliun.

Sebab menurut dia, tugas BSSN dalam menangani masalah keamanan siber nasional tidak cukup jika pemerintah hanya menggelontorkan dana Rp2 triliun berdasarkan APBN 2020.

“Kalau melihat tugas dan fungsi BSSN ini sangat luas dan luar biasa urgensinya. Mestinya anggaran bapak tidak Rp2 triliun, paling tidak Rp20 triliun,” ujar Sukamta saat Rapat Kerja bersama BSSN di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (13/11).

Kendati demikian, ada syarat yang diajukan Sukamta yakni BSSN harus bisa memerangi hoaks tanpa memblokir jaringan data seperti yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Lihat juga:Bantah Johnny Plate, BSSN Akui Tak Bahas Isu Peretas Whatsapp

 

Menurut dia, pemblokiran internet yang dilakukan Kemenkominfo merupakan cara analog dan tidak ‘cerdas’ karena hoaks dipandang Sukamta sebagai produk politik yang tujunnya ingin memecah bangsa.

“Kita semua tahu hoaks ini bagian dari bisnis, kalau dikaitkan dengan politik, hoaks muncul dari banyak pihak bahkan kita mencurigai adanya troll factory atau pabrik hoaks yang sengaja membakar anak bangsa,” terangnya.

 

“Saya kira kalau bapak bisa mematikan troll factory di Tanah Air, saya sebagai anggota badan

anggaran komitmen untuk kenaikan anggaran BSSN sampai Rp20 triliun. Tetapi kalau cara BSSN menangani hoaks seperti cara Kominfo matikan servernya gitu, itu cara-cara analog, cara tidak cerdas bukan BSSN mestinya yang begitu,” sambung Sukamta.

Selain soal anggaran, Sukamta sempat menyinggung Revisi Undang-undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang bakal dibahas segera oleh Komisi I periode 2019-2024.

 

Baca Juga :