RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA MALIOBORO

RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA MALIOBORO

RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA MALIOBORO

Relokasi pedagang kaki lima atau PKL di kawasan jalan Malioboro dapat mengurangi tingkat pencemaran lingkungan fisik kawasan tersebut. Malioboro akan bersih dari sampah yang berserakan di sepanjang trotoar maupun jalan di kawasan Malioboro tersebut. Dan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tersebut menjadi kawasan yang aman dan nyaman untuk dijadikan sebagai tujuan wisata kota Jogjakarta.
Berkaca dari pengalaman kawasan-kawasan lain seperti Malioboro di luar negeri seperti “Broadway” di Amerika Serikat, “Shopping Park” di Singapura. Negara lain seperti Thailand, Jepang, Korea yang berada di kawasan Asia yang juga mempunyai kawasan yang sama dengan Malioboro. Selain itu masih banyak negara-negara yang mempunyai kawasan sama seperti Malioboro dan menjadi ciri khas atau tempat pariwisata negara tersebut. Bahkan kawasan tersebut teleh menjadi tujuan utama pariwisata di negara tersebut. Sebagai contoh “Broadway” yang menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Pemerintah setempat merelokasi pedagang kaki lima di kawasan wisata belanja tersebut, sehingga kawasan tersebut bersih dan sangat terawat. Karena kebersihan kawasan tersebut menjadikan wisatawan lebih nyaman untuk berjalan di sepanjang kawasan tersebut. Selain nyaman untuk dijadikan tempat wisata belanja, kawasan tersebut menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan.
Tempat nyaman, bersih, terawat, dan dengan harga barang-barang ataupun souvenir yang relatif tejangkau atau bahkan dapat dikatakan cukup murah oleh para wisatawan. Semua itu yang nenjadi pertimbangan para wisatawan ataupun para pengunjung kawasan tersebut. Keunggulan dari kawasan ini sangat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Pemerintah setempat sadar bahwa pentingnya memajukan kawasan wisata di daerahnya. Dan mengutamakan kenyamanan wisatawan atau pengunjug adalah salah satu caranya
Pemerintah setempat telah merelokasi pedagang kaki lima (PKL) ke daerah tersendiri. Para pedagang kaki lima ditempatkan di satu ruang tersendiri atau biasa disebut dengan “trade square” yang berada di salah satu sudut kawasan tersebut. Kemudian para pedagang kaki lima tersebut ditempatkan berdasarkan klasifikasi dan jenis dari barang dagangan mereka masing-masing.
Hasilnya sungguh luarbiasa, banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari relokasi para pedagang kaki lima ini. Tidak hanya bagi wisatawan yang datang tetapi baik pemerintah setempat dan para pedagang itu sendiri dapat diuntungkan. Dan hubungan saling menguntungkan ini akhirnya membentuk satu sinergi yang menghasilkan win-win solution bagi semua pihak.
Keuntungan bagi para wisatawan memang yang paling dapat dirasakan sekali. Wisatawan dan pengunjung Malioboro yang membuat Malioboro menjadi hidup dan menjadi berkembang tentu menjadi pihak yang sangat merasakan perubahan dan atmosfir kawasan ini. Keuntungan yang dapat dirasakan wisatawan antara lain

Baca Juga :