Mendesak, Kebutuhan Gedung Rawat Jalan di RSD dr. Soebandi

Mendesak, Kebutuhan Gedung Rawat Jalan di RSD dr. Soebandi

Mendesak, Kebutuhan Gedung Rawat Jalan di RSD dr. Soebandi

Kebutuhan gedung rawat jalan di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, cukup mendesak. APBD Jember sudah menganggarkan biaya pembangunan gedung rawat jalan empat lantai sebesar Rp 17,4 miliar, namun belum juga terlaksana.

Direktur RSD dr. Soebandi Hendro Soelistijono mengatakan, selama ini pengembangan pelayanan

rawat jalan dibutuhkan. “Banyak spesialis baru yang butuh tempat pelayanan,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Kunjungan pasien di dr. Soebandi mencapai 800 orang per hari. “Untuk bedah saja, hanya ada satu poli yang menampung seluruh spesialisasi bedah, di satu tempat. Padahal ini butuh banyak tempat,” kata Hendro.

Jika gedung ini dibangun, maka akan ada zonasi. “Saat ini antrean operasi yang direncanakan tiga sampai lima bulan. Sambil menunggu, pasien kami panggil untuk kontrol,” kata Hendro.
Baca Juga:

RSUD Ibnu Sina Gresik Lolos Akreditasi
RSUD Prof Dr Soekandar Mojokerto Piketkan 29 Dokter Spesialis
Polisi Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Sakit
Aman, Rumah Sakit Rujukan BPJS di Banyuwangi Terakreditasi
Pelayanan RSU Kota Mojokerto Kembali Normal, Pasien Membludak

Menurut Hendro, tahun ini pembangunan gedung rawat jalan hanya sampai lantai empat, “Belum

finishing. Nanti akan kami lanjutkan lagi pada 2020,” katanya. Namun kendati pembangunan belum selesai saat ini, pelayanan rawat jalan berjalan terus tanpa hambatan karena ini murni gedung baru dan tidak mengganggu bangunan rawat jalan yang lama.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini mengatakan, pembangunan gedung rawat jalan senilai Rp 14,7 miliar diharapkan selesai pada Desember 2019.

“Sampai tanggal 12 Oktober, kami upayakan paling lambat bisa kontrak. Untuk pembangunannya,

kami akan benar-benar meminta dan mengevaluasi setiap tahapan agar proses ini bisa diselesaikan. Kalau Rp 14 miliar, ini belum jadi bangunan dan siap ditempati. Tapi paling tidak langkah itu sudah bisa kami siapkan tahun ini, dan kekurangannya akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2020,” kata Kusworini yang pernah bekerja di bagian perencanaan RSD dr. Soebandi selama lima tahun.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-pramuka/