PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Table of Contents

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

v  Warga Negara Republik Indonesia adalah seseorang yang diakui oleh undang-undang sebagai warga negara Indonesia dengan memiliki kartu kewarganegaraan atau kartu tanda penduduk.

v  Warga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam suatu wilayah dalam suatu negara.

v  Negara adalah suatu wilayah yang memiliki rakyat dengan kekuasaan yang diatur dengan pemerintahan-pemeritahan tersebut.

v  Bangsa adalah suatu komunitas yang memiliki nama,wilayah,budaya dan budi luhur tertentu.

v  Hak adalah kekuasaan atau wewenang yang dimiliki seseorang yang diberikan oleh hukum.

v  Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

v  Secara umum bahwa kelompok-kelompok manusia itu memiliki ciri-ciri yang sama/tertentu baik dalam kelompok masyarakat maupun kelompok bangsa :

a)      Ras,yaitu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri jasmaniah(fisik) sama yang dibawa sejak lahir.

b)      Volk,yaitu kelompok manusia yang sama-sama sudah memiliki kesamaan dalam kebudayaan.

c)      Etnis,yaitu kelompok manusia yang memiliki kesamaan atau kedudukan tertentu karena keturunan,adat,agama,bahasa,dan sebagainya.

d)     Natie,yaitu kelompok manusia yang sudah memiliki kesadaran bersama untuk berbangsa dan bernegara atau berpolitik.

v  Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia-edisi Ketiga bahwa yang disebut bangsa itu adalah kelompok masyarakat yang bersama asal keturunan,adat,bahasa,dan sejarahnya.Menurut beberapa ahli :

a)      Ernest Renant

Berpendapat bahwa bangsa adalah suatu kelompok manusia yang terikat dalam suatu tanah air yang sama karena adanya keinginan untuk bersatu,satu prinsip jiwa-semangat yang sama,dan solidaritas besar atau kesetiakawanan yang agung secara bersama.

b)      Otto Baner

Berpendapat bahwa bangsa adalah suatu kelompok manusia yang memiliki karakter atau watak sama,dan karakter itu terbentuk karena adanya perasaan senasib yang sama.

c)      F.Ratzel

Berpendapat bahwa bangsa adalah kelompok manusia yang terbentuk karena adanya hasrat (kemauan) untuk bersatu dan hasrat tersebut timbul dari adanya rasa kesatuan dalam satu tempat tinggal yang sama.

d)     Jacobsen dan Lipmant

Berpendapat bahwa bangsa adalah kelompok manusia yang lahir karena adanya satu budaya (cultural unity) dan satu kesatuan politik (political utility).

e)      Hans Kohn

Berpendapat bahwa bangsa itu merupakan hasil proses perjuangan sejarah,bangsa itu merupakan golongan yang majemuk dan tidak bisa dirumuskan secara eksak.

f)       Dr.F.Herzt

Berpendapat bahwa bangsa itu lahir karena adanya 4 faktor atau unsur yang mendorong suatu masyarakat untuk menjadi natie (bangsa) yaitu faktor (1) hasrat untuk bersatu,(2)hasrat untuk merdeka,(3)hasrat untuk mempertahankan keaslian bangsa,dan (4)hasrat untuk mempertahankan kehormatan bangsa.

g)      Ir.Soekarno

Berpendapat bahwa bangsa itu,disamping harus memiliki ciri-ciri tertentu juga harus ditandai oleh adanya kesamaan rasa cinta tanah air.

 

v  Iddentitas Bangsa

Identitas dimaksud senatiasa selalu diupayakan supaya bertahan dengan mempertahankan ciri-ciri kebangsaannya yang dilakukan oleh pemerintah seniman,semua warga bangsa,dan pihak lainnya.

v  Perbedaan identitas seseorang yang satu dengan seseorang yang lainnya adalah :

1)      Faktor Natural

Yaitu suatu faktor alamiah (kodrat Tuhan) yang menjadi ciri khas dalam kelompok besar manusia tertentu sehingga terbentuk suatu bangsa.

2)      Faktor Kultural

Yaitu suatu faktor yang dapat membentuk bangsa tertentu berupa budaya-budaya yang berlaku universal dalam kelompok besar manusia.

3)      Faktor Spiritual

Yaitu suatu faktor kekuatan dan dorongan jiwa atau sikap mental dan moral (psikhologis) yang menyatu dalam suatu kelompok manusia tertentu,kemudian dengan itu terbentuklah suatu bangsa.

4)      Faktor Religius

Yaitu suatu faktor keagamaan yang sama dan dianut oleh kelompok besar tertentu secara bersama-sama dalam suatu ikatan bangsa.

5)      Faktor Historis

Yaitu suatu faktor sejarah perjuangan dengan terikat dalam satu kesatuan usaha bersama seperti melalui upaya perlawanan terhadap penjajah.

6)      Faktor Geografis

Yaitu faktor kewilayahan(teritorial) dimana setiap orang yang berada di dalam satu wilayah yang sama memiliki sikap bersama untuk membentuk suatu bangsa,tanpa memperhatikan perbedaan suku bangsa,agama,adat istiadat,dan sebagainya.

 

v  Terbentuknya Bangsa

Dari hal ini dapat diketahui adanya unsur-unsur bangsa yaitu:

  • Warga bangsa yaitu individu-individu manusia yang bersatu;
  • Ciri-ciri persamaan,yaitu adanya persamaan persamaan tertentu;
  • Wilayah tertentu,yaitu tempat untuk warga bangsa bersatu berupa wilayah negara,benua;
  • Pemimpin bangsa,yaitu seorang tokoh yang tampil sebagai pemimpin karena memiliki kelebihan-kelebihan tertentu tanpa melalui pemilihan secara formal.

 

v  Pembentukkan Negara

Menurut John Locke

Dalam bukunya “Two treatises on government” berpendapat bahwa asal mula terjadinya negara melalui perjanjian masyarakat.Seperti T.Hobbes bahwa J.Locke juga bertolak dari suatu kenyataan manusia dalam keadaan pranegara dan pra masyarakat,di dalamnya semua orang hidup secara bebas,bisa berbuat semau mereka,tidak sesuai dengan akal budi dan tidak saling menghormati hak asasi mereka.

Dalam keadaan sadar betapa buruknya akibat dari pertentangan,perpecahan dan peperangan itu,akhirnya mereka mengadakan perjanjian untuk mendirikan negara sebagaimana halnya pendapat Hobbes.Tetapi raja yang berkuasa tidak absolut,individu-individu itu hanya menyerahkan sebagian hak asasi kepada negara atau raja yang dianggap perlu saja.Dengan demikian kekuasaan negara secara prinsip terbatas,karenanya raja dibatasi oleh hukum atau konstitusi tertentu.Oleh karena itu teorinya melahirkan teori “monarkhi konstitusional”,yaitu sistem kerajaan yang kekeasaanya dibatasi oleh konstitusi.

Sumber : https://sam-worthington.net/