Merpati Bersayap Cokelat

Merpati Bersayap Cokelat

Merpati bersayap cokelat dan merpati bersayap putih adalah kakak beradik.

Mereka hidup di sebuah hutan.

Hutan itu sangat aman dan nyaman untuk ditinggali.

Namun, sang adik yaitu merpati bersayap cokelat, merasa bosan.

Ia ingin melihat dunia luar. Menurut cerita dari burung angsa, dunia luar sangat indah.

“Kakak, aku ingin pergi ke dunia luar. Aku bosan terus berada di sini,” ucap merpati bersayap cokelat kepada kakaknya.

“Tapi adikku, di luar sana sangat berbahaya. Banyak hewan buas yang tak kamu kenal. Bisa saja kamu dimangsa olehnya. Lebih baik di sini, di rumah kita sendiri. Aman dan nyaman,” nasihat merpati bersayap putih.

“Ah, aku kan sudah besar, Kak. Aku bisa menjaga diri. Pasti aku akan baik-baik saja.” Merpati bersayap cokelat bersikeras ingin pergi ke luar.

Akhirnya,kakaknya pun mengizinkannya.

Esok harinya, merpati bersayap cokelat bersiap untuk melihat dunia luar.

Ia sangat senang, karena akan meninggalkan rumahnya yang membosankan.

Sementara merpati bersayap putih sangat sedih melepas adiknya.

Ia takut terjadi sesuatu kepada adiknya saat di luar sana.

Merpati bersayap cokelat terbang meninggalkan rumah.

Ia terbang tinggi ke angkasa.

“Benar kata angsa. Di luar, dunia sangat indah,” ucapnya sambil melihat ke bawah.

Saat sedang asyik terbang di angkasa, ia melihat ladang jagung yang sangat luas. Jagungnya pun banyak.

“Nanti aku akan mengajak Kakak ke sini untuk memakan jagung sepuasnya,” ujar merpati bersayap cokelat.

Ia pun terbang menuju ladang jagung tersebut.

Tapi tiba-tiba, tubuhnya terhempas angin.

Saat ia melihat asal angin, ternyata berasal dari kepakan burung elang yang siap memangsanya.

Ia pun panik. Dengan kecepatan tinggi, ia bergegas turun ke ladang jagung untuk menghindar dari elang.

Namun karena panik, merpati bersayap cokelat tidak bisa mendarat dengan sempurna. Kakinya pun tersandung bebatuan. Walaupun kakinya sakit, ia tetap berjalan untuk bersembunyi.

Olala, tiba-tiba petani pemilik ladang jagung mengadangnya.

Ia mengacungkan katapel.

Dengan satu tembakan, kerikil dari ketapel itu hampir mengenai sayapnya. Merpati bersayap cokelat pun kembali terbang tinggi.

Karena belum terlalu jauh dari rumah, merpati bersayap cokelat memutuskan kembali ke rumah. Ia terbang dengan hati yang was-was, takut jikalau elang masih mengejarnya.

Sementara itu, merpati bersayap putih sangat khawatir di rumah.

Seketika, wajahnya berubah bahagia saat melihat adiknya pulang dengan selamat.

“Kakak, maafkan aku. Dunia luar memang sangat berbahaya.Aku hampir saja dimangsa burung elang. Belum lagi petani jagung yang hendak menembakku. Lihatlah kakiku, terluka karena terjatuh,” cerita merpati bersayap cokelat.

Merpati bersayap putih memaafkan adiknya. Ia segera mengambil obat untuk mengobati luka di kaki adiknya.

Merpati bersayap cokelat pun berjanji akan mendengarkan nasihat kakaknya.

Pesan moral dari contoh cerita fabel pendek dan singkat yang kami posting ini adalah orang memberikan nasihat itu demi kebaikanmu. Jadi, dengarkanlah nasihat orang lain.

Baca Juga :