Tahun ini, STAIN Dirundeng Meulaboh Terima 820 Mahasiswa Baru

Tahun ini, STAIN Dirundeng Meulaboh Terima 820 Mahasiswa Baru

Tahun ini, STAIN Dirundeng Meulaboh Terima 820 Mahasiswa Baru

Tahun ini, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, akan menampung 820 mahsiswa baru. Untuk kuliah di 11 prodi yang ada di kampus tersebut untuk 2017 ini, lebih banyak kuotan diberikan oleh Kemenag Pusat dibandingkan tahun yang lalu.

Ketua STAIN Meulaboh, Dr Syamsuar Basyariah MAg, menjelaskan bahwa 2017 ini STAIN

diberikan tiga sistem dalam penerimaan mahasiswa baru.

“Pertama, dengan jalur SPAN PTKIN online secara Nasional dari 55 Perguruan Tinggi Islam yang Negeri (PTIN). Kedua, melalui jalur ujian masuk UM PTKIN, dengan cara mengikuti tes secara nasional dan ketiga melalui jalur Seleksi Mandiri PTKIN,” rincinya.

“Dalam Maret nanti, kita akan melaksankan sosialisasi penerimaan mahasiwa baru ke Barat Selatan atau Barsela. Nantinya para siswa yang masuk ke STAIN dapat memilih prodi sesuai keinginan dan kehendaknya masing masing,” ajaknya.

“Hingga 2017 ini, STAIN sudah dua tahun usia penegerian, dan sudah mendapatkan alokasi dana

pembangunan dari Kemenag Pusat sebesat Rp 8 milyar. Semua itu antara lain untuk pembangunan Gedung Tarbiyah dan Keguruan. Dan 2018 dapat alokasi Rp 20 milyar dari dana SBSN Bapenas Pusat. Mudah-mudahan program bisa terlaksana dengan lancar dan baik,” harap Syamsuar.

STAIN di Bumi Teuku Umar ini, sudah mempunyai 11 program studi yang di berikan izin oleh

Kemenag Pusat. Pada 2017 sudah ini diberikan SK Prodi baru yaitu Prodi PMI dan Prodi Tafsir Ilmu Al-Qur’an.

Ke 11 Prodi itu, PAI, PGMI, PBA, MPI, Perbankan Syariah, HES, HPI, HTN, KPI , PMI, dan Ilmu Tafsir AL-Qur’an.

Dr Syamsuar lebih lanjutkan mengatakan pihaknya terus meningkatkan kualitas dan SDM dosen pengajar. Ini untuk kebutuhan akademik sampai jangka panjang dengan menyekolahkan para pengajar baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk S3 yang harus dipersipkan menuju usul IAIN 2018.

 

Sumber :

http://slamet.blog.st3telkom.ac.id/sejarah-bendera-merah-putih/