Dirangsang Jadi Agen Perubahan, 88 Pejabat Ramu Inovasi

Dirangsang Jadi Agen Perubahan, 88 Pejabat Ramu Inovasi

Dirangsang Jadi Agen Perubahan, 88 Pejabat Ramu Inovasi

BANDUNG – Sebanyak 88 siswa yang merupakan para pejabat di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat ikut serta dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Pim) Tingkat III Angkatan I dan II Tahun 2017 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu, Kota Bandung, kemarin (8/3).

”Audiensnya para pejabat di kabupaten/kota se-Jawa Barat, mereka saat ini posisinya sebagai siswa dalam Pim, yang essensi dari Pim ini adalah inovasi,” kata Widyaiswara Madya, Drs Yayat Supriatna MSi, pada Jabar Ekspres usai acara, kemarin.

Dia berharap, adanya pelatihan itu berimbas pada pola pikir pejabat yang lebih memiliki visi-misi ke depan. Harapan lainnya, mereka menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik.

”Pola baru itu, untuk menyiapkan para pemimpin yang memiliki misi ke depan dengan bekal pemimpin perubahan. Mereka bisa menelurkan perubahan-perubahan. Misal dari sisi pelayanan, (maka) inovasinya terus diasah,” imbuh Yayat.

Diakui Yayat, di satu sisi para peserta membutuhkan pemahaman berkaitan dengan tema ‘Inovasi’

tersebut. Sehingga mereka mendatangkan narasumber dari luar untuk memperdalam materi dan pemahamannya.

”Apa yang disampaikan oleh narasumber itu, sangat pas banget dengan apa yang mereka butuhkan dan sesuai dengan kurikulum kita. Pim pola baru ini, saya selaku widyaiswara yang juga mendorong inovasi sangat terbantu sekali dengan paparan yang dijelaskan narasumber. Tinggal nanti kita meramunya, kita kan punya aturan tersendiri dalam diklat Pim ini,” ungkapnya.

Karena sebut dia, apa yang disampaikan pembicara bersifat umum, kemudian pihak widyaiswara sendiri yang nanti menggabungkan dengan aturan main yang ada. ”Misalnya, contoh di kita kan untuk strata Pim itu jelas lokal area perubahan itu. Misalnya untuk Pim 2 di sisi strategis, Pim tiga yang sekarang, membahas perubahan dari program. Nah, tadi kan dibahas tentang judul-judul, maka hal itu kita kaitkan, bahwa inovasi untuk Pim 3 itu lokal areanya di sisi program. Kemudian, Pim empat misalnya teknis, tinggal memadukan saja. Prinsipnya materi dan penjelasan dari narasumber itu sangat tepat sekali sesuai dengan kurikulum kita,” paparnya.

Yayat memaparkan, para peserta yang menempuh pendidikan selama 4 bulan itu pun terlihat

enjoy. Apalagi ketika mereka diberi tugas untuk membuat judul. Banyak di antara mereka yang dengan cepat menulis judul dan memberikan pemaparan yang panjang lebar.

Salah satunya dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Diki. Dia memaparkan tentang pengawasan dan pengawalan perizinan sesuai dengan tupoksinya di Depok. ”Bahasa inovasi itu bisa nyeleneh, bisa juga mungkin intelek, ataupun sedikit guyon. Karena namanya inovasi, solusi yang harus benar-benar dipersiapkan atau benar-benar jadi kontekstual dalam pekerjaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dia memberikan judul salah satu contoh inovasinya. Antara lain ”Halo Satpol PP Rp 100 Ribu

Menanti Anda”. Dia menjelaskan program tersebut, nantinya masyarakat bisa memberikan pengaduan dan yang mengadukan tersebut jika benar maka akan mendapatkan reward Rp 100 ribu.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/