Dipercaya dikarenakan Jujur

Table of Contents

Dipercaya dikarenakan Jujur

Shuhaib bin Sinan bin Malik lebih dikenal bersama dengan nama Shuhaib Ar-Rumi. la turut hijrah bersama dengan Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a ke Medinah. Mereka berhijrah secara diam-diam dikarenakan orang-orang Quraisy tidak bakal membiarkan Muhammad dan kaum muslimin meninggalkan kota Mekah.

Meskipun demikian, ternyata rancangan mereka telah diketahui oleh para musuh Allah. Mereka pun sesuaikan sebuah perangkap untuk mencegah perjalanan ketiga orang mulia tersebut.

Atas izin Allah SWT, Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a sukses lolos berasal dari jebakan mereka. Namun, tidak bagi Shuhaib. Ia tidak sukses meloloskan diri berasal dari kepungan orang-orang jahiliah tersebut.

Ketika orang-orang musyrik yang mengepungnya lengah, ia langsung memacu untanya agar berlari kencang. Pemburu-pemburu Quraisy langsung mengejarnya dan sukses menghentikan Shuhaib di tengah-tengah padang pasir yang luas.

Pemburu-pemburu Ouraisy menatap Shuhaib bersama dengan beringas seperti tidak sabar idamkan membunuhnya. Shuhaib sendiri idamkan langsung menyusul Rasulullah saw dan Abu Bakar r.a untuk hijrah ke Medinah. Mereka telah siap bersama dengan senjatanya masing-masing, juga shuhaib yang telah menempatkan anak panah di busurnya.

Dalam situasi yang tegang itu Shuhaib menggertak mereka, “Hai orang-orang kafir Quraisy! Kalian telah paham bahwa aku adalah ahli panah yang mahir. Demi Allah! Kalian semua bakal mati oleh anak panah didalam kantong ini sebelum akan kalian sukses mendekatiku. Setelah itu pedang ini bakal kugunakan untuk menebas kalian! Sampai semua senjata di tanganku habis!”

Nyali para pemburu beringas itu ciut mendengar ancaman Shuhaib. Namun, mereka tidak mengurungkan niatnya untuk membunuh Shuhaib.
Akhirnya, Shuhaib mengajukan penawaran kepada mereka, “Kalau kalian setuju, bakal aku menyatakan daerah penyimpanan hartaku. Kalian boleh memilikinya asalkan aku dibiarkan berhijrah ke Yastrib (Medinah)!”

Tawaran itu menarik hati para pemburu Quraisy. Mereka berkata, “Dulu anda semata-mata seorang yang miskin dan papa. Sekarang hartamu banyak dan melimpah ruah. Tunjukkanlah di mana hartamu disimpan?”

Shuhaib pun menyatakan daerah harta bendanya disembunyikan. Para pemburu Quraisy langsung bertolak lagi ke Mekah dan menguras harta simpanan Shuhaib. Mereka membiarkan Shuhaib berhijrah ke Medinah.

Shuhaib bin Sinan melanjutkan perjalanannya ke Yastrib. Setelah melalui padang pasir yang luas dan gersang, kelanjutannya Allah SWT memperkenankan dirinya bertemu bersama dengan kekasih tercinta, Rasulullah saw, di Quba.

Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah saw dan para kawan akrab yang mengelilingi beliau. Melihat Shuhaib bin Sinan datang, Rasulullah saw. menyambutnya bersama dengan ceria. Beliau bersabda kepadanya, “Beruntunglah perniagaanmu, hai Abu Yahya!”

Shuhaib bersyukur bersama dengan doa Rasulullah saw berikut walau ia heran dikatakan untung dikarenakan hasil jerih payah perdagangannya telah habis diberikan kepada musyrikin Quraisy. Yang tinggal pada dirinya cuma iman dan kecintaannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Pengorbanan Shuhaib mendapat pujian berasal dari Allah SWT agar turunlah ayat sebagai berikut, “Dan di pada manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk melacak keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Baqarah [2]: 207)

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :