Muhammad Aldira Ziebarizky, Jatuh Hati pada Desain Grafi

Muhammad Aldira Ziebarizky, Jatuh Hati pada Desain Grafi

Muhammad Aldira Ziebarizky, Jatuh Hati pada Desain Grafi
Muhammad Aldira Ziebarizky, Jatuh Hati pada Desain Grafi

BANYAK orang sukses yang belajar secara otodidak. Ini pula yang dialami siswa SMAN 1 Kota Tasikmalaya ,Muhammad Aldira Ziebarizky. Ia tertarik pada desain grafis sejak SMP.

Remaja kelahiran Garut, 5 juni 2001 ini terus berusaha mencari referensi tentang desain grafis di internet. Awal ketertarikan Aldira terhadap bidang desain karena waktu duduk di bangku SMP ada lomba membuat poster di SMAN 1 Kota Tasikmalaya.

“Ternyata saya menjadi juara kelima. Dari sana saya merasa tertantang untuk terus menggali bidang desain grafis. Sampai sekarang saya jatuh hati pada bidang ini,” ungkal Aldira saat ditemui di sekolahnya, Jalan Rumah Sakit Kota Tasikmalaya, Senin 19 November 2018.

Saat masuk SMAN 1 Kota Tasikmalaya ia ingin terus mempelajari desain grafis. Saat Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ia merasa terpanggil untuk mengikutinya. Yakni pada kategori desain poster.

Ia pun mendaftar dan mengikuti lomba FLS2N di tingkat kota/kabupaten. Tak dinyana ia menjadi

juara dan mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat provinsi.

Ada hal yang unik dari kisah putra dari pasangan Endah Saadah dan Suryana ini saat mengikuti FLS2N di tingkat provinsi. Ia tidak memiliki ide menuangkan tema yang diberikan juri pada desain grafis poster.

“Waktu untuk menggambar selama 4 jam. Selama 3 jam saya tidak menggambar apa-apa, karena pikiran ini buntu. Saat masuk waktu istirahat dan salat, saya salat dulu. Baru setelah salat saya ada ide. Hanya satu jam saya menyelesaikan tugasnya,” kata siswa kelas 12 IPA ini.

Ternyata, desain posternya mendapat nilai tertinggi dari juri. Aldira dinyatakan menang dan menjadi wakil Jabar ke FLS2N tingkat nasional di Aceh akhir Agustus 2018 lalu.

Tema FLS2N tingkat provinsi kategori desain poster adalahl toleransi. Toleransi yang ia

gambarkan adalah melalui pohon dengan akar yang kuat.

“Karena toleransi tidak pernah diajarkan. Toleransi harus dialami dan dirasakan. Toleransi membangun negeri.” Demikian kata-kata dalam poster yang dibuatnya saat lomba FLS2N tingkat provinsi.

Aldira yang ingin melanjutkan kuliahnya ke Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini sudah sedikit merasakan kesuksesan dari kelihaiannya dalam mendesain. Ia kini sudah mendapat orderan desain dari teman-teman sekelasnya untuk buat desain kaos seragam.

“Ada juga teman-teman FL2SN yang minta didesainkan logo atau desain kaos. Ada juga

perusahaan konveksi. Seringnya minta didesainkan kaos,” katanya.

Ditanya ide untuk mendesain, menurut Aldira ia sering terinspirasi dari desain-desain di media sosial.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/