Putusan Konggres Serikat Buruh Gula

Putusan Konggres Serikat Buruh Gula

Selamat berkunjung di Blog Readyygo, terhadap kesempatan ini ReadyyGo dapat membagikan Info mengenai Putusan Konggres Serikat Gula. Semoga artikel tersebut ini bermanfaat, dan menaikkan wawasan mengenai histori di Indonesia. Serikat Buruh Gula yang konggres di Solo terhadap tanggal 1-4/4 mengambil putusan sebagai berikut:

Tentang mengisi warna harian “Murba” yang dikeluarkan olh PB SBG harus bergeser karakter dan harus sesuai bersama kemauan dan ideologi buruh, serta mementingkan di dalam lapangan sosial dan ekonomi.
Serikat Buruh Gula senantiasa menjadi bagian Sobsi.
Mengesahkan putusan Konperensi Kilat SBG tanggal 6/7-2, yaitu jika persetujuan Renville ternyata benar – benar merugikan buruh dan tani, dan kelas yang tertindas (proletar) maka SBG bersama – mirip semua rakyat terus berjuang.
Mengesahkan usul pelajar – pelajar Sekolah Gula kepada Dewan Pimpinan Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara sehingga sekolah gula tersebut lekas di buka kembali bersama dibiayai oleh BPPGN. Penyelenggaraannya diserahkan kepada SBG dan begitu terhitung sekolahannya.
Mengadakan reorganisasi terhadap Pengurus Besar SBG dan membentuk Panitia Penyusun PB SBG yang terdiri dari 7 orang.
Konggres menerima dan menentukan usul Panitia Penyusun Besar sebagai berikut: Ketua I: Sdr. Setiadjid, Ketua II: Sdr. Banuhusodo, Ketua III: Sdr. Bisoko.
Memberi mandat penuh kepada sdr. – sdr. tersebut diatas yang di bantu oleh sebuah panitia, untuk memperlengkap susunan PB.
Membentuk verifikasi komisi yang terdiri dari 7 orang, ialah 1. Ketua: Sdr Sumarto ( rating BPPGN cabang Surakarta ), 2 Anggota – anggota: Sdr. Bisoko ( Colomadu ), Sdr. Dukut ( Gondangwinangun ), Sdr. Bustami ( Colomadu ), Sukendar ( cabang Kediri ), Sdr. Suwardi ( rating Gersikan ), dan Sudojo ( cabang Surakarta ).
Selekas bisa saja mengadakan konggres darurat di mana dapat dibicarakan:

Menyempurnakan anggaran dasar/anggaran rumah tangga.
Mengambil sikap mengenai gilingnya pabrik – pabrik gula terhadap th. 1948 di area Republik yang dapat dijalankan oleh Republik dan Belanda.
Mengambil sikap mengenai mengalirnya gula ke area pendudukan, yang beruntung bagi perseorangan.
Mengambil sikap mengenai pengembalian milik asing.
Menentukan rencana perbaikan nasib buruh gula di kala sekarang.
Menetapkan rencana perjuangan buruh gula di area pendudukan.
Lain – lain. (Antara, 5 April 1948)

Sumber : kumpulansurat.co.id

Baca Juga :