Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie

Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie

Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie
Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie

Kegiatan menyelam identik dengan menantang bahaya. Apalagi jika dilakukan pelajar SMA. Namun, hal itu tidak berlaku untuk siswa-siswi SMA Margie. Olahraga yang menguji ketahanan tubuh tersebut justru menjadi ekstrakurikuler yang digemari.

USIA muda identik dengan hobi berpetualang. Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan menyelami lautan. Itulah yang dilakukan para siswa yang bergabung dalam Margie Diving Club (MDC).
Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie
Perlengkapan Menyelam (Allex Amrullah/Rizky Janu/Jawa Pos/.com)

Kiprah ekstrakurikuler itu tak tanggung-tanggung. Hampir setiap tahun, ada 2–3 kali kegiatan menyelam di lautan atau open water. Yang terakhir, anggota MDC menyelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Perairan di Pulau Menjangan dan Tulamben, Bali, tak luput dari jujukan mereka.

Sebelum terjun ke laut, anggota harus melalui latihan kolam. Mereka harus memantapkan

kemampuan berenang hingga membekali diri dengan teori yang cukup. Biasanya latihan kolam dilakukan setiap bulan, lalu menjadi lebih intensif menjelang open water.

Kegiatan menyelam yang biasanya di kedalaman 20 meter itu tak menggentarkan remaja belia tersebut. Pengalaman bertemu hewan dan tumbuhan di laut menjadi kepuasan tersendiri. Hal itu disampaikan Larasati Indhita Sugianto. Dia mengaku senang setelah mengikuti beberapa kali kegiatan open water. ”Bagus banget di bawah (laut, Red). Pokoknya nggak bisa diungkapin,” ceritanya dengan raut muka bahagia.

Hal serupa disampaikan tiga bersaudara member MDC. Mereka adalah Laurentius Ardhie

Martono, Veronica Anne Martono, dan Antonius Andy Martono, 11. ”Bisa liat shark (hiu),” ucap Anne yang masih duduk di bangku SMP. Di antara mereka bertiga, baru Ardhie yang memiliki lisensi karena sudah cukup umur dan berada di jenjang SMA. Dua adiknya diperbolehkan ikut karena dalam pengawasan orang tua. ”Udah diving di Menjangan, lihat ikan pari,” ujar Andy.

Instruktur selam MDC Jusuf Hudiono Soedarmadji menyatakan, setiap member mendapat pembekalan praktik maupun teori. ”Selain latihan kolam, kami putarkan film tentang teknik hingga bahaya penyelaman,” bebernya.

Para anggota MDC wajib menguasai beberapa teknik. Yang pertama dan utama harus bisa

berenang. Kalau belum bisa berenang, akan diberi pelatihan. Selain itu, cara masuk ke dalam air menggunakan teknik back roll. Ada pula teknik membersihkan masker di dalam air. Menurut Jusuf, kegiatan open water mengandung misi. Yakni, mengenalkan keindahan alam Indonesia. Termasuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. ”Yang terpenting adalah kemauan dan rasa percaya diri untuk berani menyelami keindahan lautan kita,” ungkapnya.

 

Sumber :

http://groupspaces.com/Education30/pages/geography