Islam itu Agama yang Damai, Toleran, dan Pemersatu

Islam itu Agama yang Damai, Toleran, dan Pemersatu

Islam itu Agama yang Damai, Toleran, dan Pemersatu
Islam itu Agama yang Damai, Toleran, dan Pemersatu

Salah satu peran penting alumni Timur Tengah adalah mengenalkan Islam yang moderat. Hal itu diungkapkan oleh Dr. (HC) KH Zaitun Rasmin Lc MA (Wasekjen MUI Pusat dan ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara), dalam seminar bertajuk Peran Alumni Timur Tengah dalam Menyongsong Persatuan Umat di Indonesia yang diadakan PPI Sudan pada pada Jumat (3/11) di aula KBRI Khartoum, Sudan.

Menurut Dr Zaitun, “Menjadi pelopor dalam mengenalkan Islam Washatiyyah (moderat). Islam

Washatiyyah ini yang sebetulnya kurang menonjol dari kita selama ini jadi seolah-olah islam washatiyyah itu hanya kearifan lokal. Tidak salah ada kearifan lokal karena kita adalah orang timur yang sangat menjunjung moderasi. Tapi, Islam washatiyyah itu sebenarnya berasal dari Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ditambahkan Dr Zaitun, selama ini kita terlalu sibuk membicarakan benar salah tanpa melihat mana maslahatnya yang lebih besar bagi umat. “Padahal selama tidak keluar dari 4 pilar dasar hukum Islam, maka tidak bisa serta merta kita memandang itu salah. Apalagi dalam perkara khilafiyah dan ijtihadiyah,” imbuhnya.

Zaitun menegaskan, Islam itu agama yang damai, toleran, pemersatu, bukan pemecah belah apalagi sampai menimbulkan keresahan. Kalau bukan karena Islam agama yang baik, mana mungkin dakwah Rasulullah bisa sesukses itu.

“Toh, Allah pun sudah secara gamblang mengingatkan Nabi kita untuk senantiasa berlemah

lembut dalam menyampaikan setiap kebaikan. Maka sampaikanlah setiap kebaikan dengan cara yang baik pula supaya menimbulkan ketentraman di tengah umat.” tambahnya.

Seminar yang dijadwalkan selesai pukul 11.15 CAT terpaksa harus dilanjutkan selepas salat Jumat dikarenakan besarnya animo mahasiswa untuk sharing dan berdiskusi dengan Dr. Zaitun.

Dr. Zaitun menutup seminar kali ini dengan sebuah pesan untuk menunjukkan bahwa alumni dan

mahasiswa Timur Tengah adalah orang-orang yang peduli terhadap persatuan. Bukan pemecah belah umat.

Hindari sikap egois akan hal yang kita anggap benar dan salah yang justru ini akan semakin menyulut kegaduhan ditengah umat. Jadilah antum semua kader dakwah apapun ormasnya dan golongannya selama pesan yang disampaikan adalah membawa persatuan dan kesejukan bagi umat.

“Kita semua adalah thullab syar’i maka kita memiliki kewajiban yang paling utama untuk mengajarkan Islam yang cinta persatuan, Islam yang cinta perdamaian.” (*)

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/understanding-and-examples-of-explanator-36084748