Model Pembelajaran Koopratif

Model Pembelajaran Koopratif

Model Pembelajaran Koopratif
Model Pembelajaran Koopratif

Pengertian Model Pembelajaran Koopratif

            Posamentier (1999:12) secara sederhana menyebutkan belajar secara kooperatif adalah penempatan beberapa siswa dalam kelompok kecil dan memberikan mereka sebuah atau beberapa tugas. Model pembelajaran koopratif adalah model pembelajaran yang didalamnya mengkondisikan para siswa bekerja secara bersama – sama lain dalam belajar.

 

Menurut Slavin (dalam Krismanto, 2003: 14)

menyatakan bahwa pendekatan konstruktivis dalam pengajaran secara khusus membuat belajar kooperatif ekstensif, secara teori siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep – konsep yang sult apabila mereka dapat saling mendiskusikannya dengan temannya. Pembelajaran kooperatif merupkan pembelajaran yang mengutamakan kerja sama antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menggunakan pembelajaran kooperatif secara tidak langsung merubah peran guru dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang mengutamakan peran aktif dari siswa. Menurut teori kontruktivis, tugas guru (pendidik) adalah memfasilitasi agar proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan pada diri setiap siswa terjadi secara optimal.

 

Langkah – Langkah Dalam Pembelajaran Kooperatif.

            Terkait dengan model pembelajaran ini, Ismail (2003:21) menyebutkan enam langkah dalam pembelajaran Kooperatif, yakni:

  1. Fase pertama, menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
  2. Fase kedua, menyampaikan informasi. Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.
  3. Fase ketiga, mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompok belajar. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

Fase keempat

membimbing kelompok bekerja dan belajar. Guru membimbing kelompok – kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

Fase kelima, melakukan evaluasi. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing – masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase keenam, memberikan penghargaan. Guru mencari cara – cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu atau kelompok.

Sumber : http://carapengobatanalamiherbal.com/strategi-penerapan-pembelajaran-siswa-aktif-di-sekolah/