Tim Pengendali Inflasi Himbau Masyarakat Arif dalam Pola Konsumsi

Tim Pengendali Inflasi Himbau Masyarakat Arif dalam Pola Konsumsi

Tim Pengendali Inflasi Himbau Masyarakat Arif dalam Pola Konsumsi
Tim Pengendali Inflasi Himbau Masyarakat Arif dalam Pola Konsumsi

BANDUNG-Tim Pengendali Inflasi Daerah yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat beserta TPID 27 Kabupaten/Kota akan terus meningkatkan koordinasi dalam rangka menjaga stabilitas tekanan inflasi di Jawa Barat.

“Tidak hanya terbatas pada kestabilan harga pangan, namun juga himbauan kepada masyarakat

terkait dengan pola konsumsi baik pada kelompok volatile food, administered prices maupun core,” ujar Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto, Selasa (4/7).

Diakui, kompok harga pangan bergejolak (volatile food/VF) mengalami inflasi bulanan sebesar 0,91% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Mei yang mengalami inflasi sebesar 1,36%. Begitupun secara tahunan kelompok VF mengalami penurunan dari 4,26% (yoy) menjadi 2,06% (yoy) pada Juni.

Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi adalah bawang merah dan daging ayam

ras, disebabkan oleh tingginya permintaan menjelang hari raya Idul Fitri.

Meskipun demikian, harga komoditas tersebut cukup stabil karena kecukupan pasokan dalam memenuhi permintaan tersebut. Inflasi yang lebih tinggi juga diredam oleh beberapa komoditas seperti jeruk, bawang putih, cabai rawit dan cabai merah, dimana pemerintah telah menjaga pasokan komoditas tersebut sebelum bulan Ramadhan tiba.

Harga pangan pada bulan Juni cukup stabil, hal ini karena adanya upaya dari pemerintah yang

mengendalikan harga pangan dengan beberapa upaya, salah satunya dengan menerapkan kebijakan harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat pembeli.

Namun perlu diperhatikan, kelompok administered prices diperkirakan akan memberikan andil inflasi yang cukup tinggi pada bulan Juli karena terdapat penyesuaian tarif listrik golongan 900VA untuk rumah tangga mampu, dimana kenaikan mencapai 8,51% dari harga Rp1.352,- per Kwh menjadi Rp1.467,- per Kwh. Selain itu, pada kelompok core juga akan menjadi penyumbang inflasi karena mulainya tahun ajaran baru untuk anak sekolah.

 

Sumber :

https://www.shorturl.at/dnST9