STATISTIKA

STATISTIKA

STATISTIKA

Pengertian Probabilitas

Probabilitas sering diterjemahkan kedalam kata peluang. Teori probabilitas sangat luas penggunaannya. Sebagai contoh, kita mungkin sering mendengar statemen mungkin dia sakit; mungkin Saya bisa mendapatkan nilai A dalam mata kuliah Statistika, dan sebagainya. Perkataan-perkataan seperti itu didalam teori probabilitas diterjemahkan menjadi angka-angka sehingga untuk selanjutnya dapat diolah dengan menggunakan Matematika. Teori probabilitas sering digunakan oleh para pengambil keputusan, contohnya manager, untuk memutuskan apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya atau untuk memilih suatu pilihan. Dalam konsep matematika, probabilitas dapat diartikan sebagai angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Nilainya di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1 adalah kejadian yang pasti terjadi, dan tentu tidak akan mengejutkan sama sekali. Misalnya matahari yang masih terbit di timur sampai sekarang. Sedangkan suatu kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi. Misalnya seekor kambing melahirkan seekor sapi.

 

Metode Sampling pada teknik probabilitas

Dalam perencanaan suatu penelitian,peneliti dihadapkan pada pilihan untuk mempelajari keseluruhan unsure populasi (manusia atau benda) atau mempelajari hanya sebagian unsure yang diambil dari bagian atau populasi yang lebih besar. Sampling terdiri dari berbagai jenis. Dalam perencanaan sampling akan ditentukan bagaimana unsur diambil dari populasi yang lebih besar atau populasi induk dan berapa jumlah unsure yang akan diambil.

Perencanan yang menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsure dijadikan sampel. Factor pengawasan yang mendasari semua perencanaan sampling probabilitas yang utama ialah sifat keacakan. Perencanaan sampling probabilitas yang biasa digunakan mencakup :

 

Sampling acak sederhana (simple random sampling).

Pengambilan sampel dalam teknik random ini, peneliti ini memperkirakan sampel dalam populasi berkedudukan sama dari segi yang akan diteliti. Dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Dengan syarat anggota populasi homogen.

Contoh:
Mahasiswa yang baru masuk Perguruan Tinggi Negeri, mereka sama-sama tamatan SMA dan lulus ujian SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru). Disini dapat dikatakan bahwa populasi mahasiswa baru tersebut homogen dari asal sekolah dan lulus ujian SPMB. Artinya kita mengambil beberapa saja diantara mereka untuk sampel penelitian, dan yang mana saja, karena kita telah beranggapan bahwa mereka mempunyai kedudukan yang sama dengan kriteria-kriteria yang sama.

 

Sampling acak distratifikasi secara proposional

(proportioned stratified random sampling) Jika penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata atau bergelombang dan berlapis2. Yang mungkin berbentuk kelas,umur,daerah dan kedudukan, atau sejenis maka kita menggunakan sampel stratified dengan mengambil sampel pada strata2 tertentu sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Contoh:
Populasi penelitian seluruh Mahasiswa Gunadarma, sampelnya bisa pada strata tingkat I, tingkat II,strata S1 dan seterusnya.

  • Sampling acak distratifikasi secara tidak(kurang) proposional(disproportioned stratified random sampling).

Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tapi kurang proposional.

Contoh:
Tingkah laku militer, mungkin hanya sedikit jumlah jenderal dalam sampenya sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan semua jenderal dalam sampelnya dan mengurangi proporsi jabatan lain untuk mendapatkan jumlah komposisi sampel. Dengan menggunakan tabel peneliti dapat menggunakan sampel acak pengelompokkan proposional. Dengan menggolongkan sesuai dengan jenis kejahatan. Tetapi ia melihat bahwa populasi yang berisi kasus pemerasan hanya 1%. Akibatnya, sampel berubah menjadi tidak proposional, apabila sampelnya di hasilkan 100, dengan menggunakan 10 kasus pemerasan.

 

  • Sampling area atau gugus (area or cluster sampling).

Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Dalam penggunaan sampel cluster ini umumnya kesatuan2 yang diteliti, merupakan kelompok2 yang lebih besar.

Sumber : https://www.kuliahbahasainggris.com/