Mengenal Tentang Zat- Zat Makanan dan Peranannya

Mengenal Tentang Zat- Zat Makanan dan Peranannya

Mengenal Tentang Zat- Zat Makanan dan Peranannya
Mengenal Tentang Zat- Zat Makanan dan Peranannya

A. Karbohidrat (zat tepung)

• Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O.
• Berdasar gugus gula penyusunnya karbohidrat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Monosakarida : karbohidarat yang tersusun satu gugusan gula. Contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa.
2. Disakarida : karbohidrat yang tersusun atas dua gugusan gula. Contoh : maltosa (gula emping), laktosa (gula susu), sukrosa (gula tebu).
3. Polisakarida : karbohidrat yang tersusun atar lebih dari 10 gugusan gula. Contoh : amilum (pati), selulosa dan gliokogen (gula otot)
• Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh kita.
• Penggunaan energi sehari-hari untuk keperluan metabolisme rutin bagi tubuh yang berat 50 kg adalah 1500 kalori.
• Karbohidrat dalam tubuh disimpan dalam hati (108 gr), otot (245 gr) (keduanya berbentuk glikogen), darah (17 gr) berupa glukosa atau gula darah.
• Sumber karbohidrat adalah tumbuh-tumbuhan : padi, jagung, talas, ubi jalar, kentang, singkong dan sagu.

B. Protein

• Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O, N, dan kadangkala S, P.
• Komponen dasar protein adalah senyawa organik sederhana disebut asam amino, jadi di dalam saluran pencernaan, protein akan disederhanakan menjadi senyawa asam amino
• Protein yang tersusun atas asam amino itu meliputi : Asam amino Essensial Asam amino Non Essensial
• Asam amino esensial (utama) : asam amino yang harus ada dan didapatkan dari luar tubuh manusia karena tubuh tidak mampu mensintesisnya,
• Asam amino esensial ini meliputi 10 macam, yaitu : lisin isoleusin triptofan treonin histidin metionin fenil alanin valin leusin arginin
• asam amino nonesensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri
• Asam amino non esensial ini meliputi : alanin sistein glisin prolin tirosin Asam glutamat
• Sumber protein : hewani : udang kering (62,4%) ikan asin kering (42%) sarang burung (37,5%) teri kering (33,4%) keju (22,5%) udang segar (21%) bandeng (20%) hati sapi (19,7%) daging sapi (18,3%) daging kerbau (18,7%) daging ayam (18,2%) daging kambing (16,6% 2. nabati : kedelai (34,9%) kwaci (30,6%) kacang tanah (25,3%) biji kara benguk (24%) kacang tolo (22,9%) kacang hijau (22,2%) biji jambu mete (21,2%) tempe kedelai murni (18,3%)
• Bila tubuh seseorang mengalami kekurangan protein yang berkepanjangan maka akan dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit busung lapar (hongeroedem) dan kwashiorkor.
• Fungsi protein bagi tubuh manusia, yaitu :
1. membangun sel-sel yang rusak membentuk zat pengatur seperti enzim dan hormon
2. membentuk zat kebal atau antibodi
3. bahan membentuk senyawa asam amino lainnya
4. sebagai sumber energi, 1 gr menghasilkan 4,1 kalori
5. menjaga keseimbagan asam basa dalam darah

C. Lemak

• Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O.
• Komponennya adalah asam lemak dan gliserol.
• Asam lemak dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Asam lemak jenuh : berujud padat dan bersama gliserin dapat disintesis sendiri oleh tubuh.
2. asam lemak tidak jenuh : berujud cair dan tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar.
• Sumber lemak :
1. hewani : minyak ikan (100%), kuning telur ayam (31, 9%), daging itik (28,6%), belut (27%), daging ayam (25%, keju.
2. nabati : minyak kelapa sawit (100%), minyak kacang tanah (100%), minyak kenari (66%), kemiri (63%), wijen (51,1%), biji jambu mete (49,6%), biji kacang tanah (42,8%), kwaci (42,1%), serbuk coklat (23,8%), kedelai (18,1%), advokat.
• Fungsi Lemak :
1. penghasil energi atau kalor, 1 gr menghasilkan 9,3 kalori
2. pelarut vitamin A, D, E dan K
3. pelindung alat-alat tubuh
4. pelindung tubuh dari suhu rendah
5. membangun bagian sel tertentu

D. Vitamin

• vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh dan tidak menghasilkan energi.
• vitamin tidak dapat disintesis oleh tubuh, sehingga harus didatangkan dari luar tubuh
• Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup
• kekurangan vitamin dapat menyebabkan defisiensi (avitaminosis) dan dapat memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

• Vitamin digolongkan berdasarkan kelarutannya di dalam air :
1. Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C . Vitamin yang larut dalam air biasanya hanya dapat disimpan dalam jumlah yang sangat sedikit dan waktu yang singkat. Vitamin ini diserap oleh tubuh dan masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. Jika tidak diperlukan akan dikeluarkan bersama dengan urine, terkecuali Vit B12 yang disimpan dalam hati. dengan kata lain kita perlu menyediakan vitamin ini untuk tubuh kita setiap hari secara terus menerus
2. Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

• macam dan jenis vitamin, sumber serta akibat kekurangan
1. Vitamin A
• sumber vitamin A : susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain) –
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A : rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
2. Vitamin B1
• sumber : gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
• Penyakit yang ditimbulkan: kulit kering, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
3. Vitamin B2
• sumber :sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
• Penyakit yang ditimbulkan : turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
4. Vitamin B3
• sumber : buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dll.
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan : terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
5. Vitamin B5
• sumber yang mengandung vitamin B5 : daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
• Penyakit yang ditimbulkan : otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain .
6. Vitamin B
• sumber yang mengandung vitamin B6 = kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 = pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dll.
7. Vitamin B12
• sumber yang mengandung vitamin B12 ; telur, hati, daging, dan lainnya
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 = kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
8. Vitamin C
• sumber yang mengandung vitamin C = jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C = mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
9. Vitamin D
• sumber yang mengandung vitamin D = minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D = gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yaitu betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
10. Vitamin E
• sumber yang mengandung vitamin E: ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E : mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
11. Vitamin K
• sumber yang mengandung vitamin K : susu, kuning telur, sayuran segar, dll
• Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K : darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya

E. Mineral

• Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
• Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi.
• Tanpa beberapa mineral / vitamin, maka beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik.
• Perbedaan antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.
• Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh, bukan berdasarkan kepentingan
• Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.
• Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, mineral dikelompokan menjadi dua :
1. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, contoh : Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida
2. sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Contoh: kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc .
• Mineral yang baik bagi tubuh adalah mineral organik yang hanya bisa didapatkan langsung dari sayur dan buah – buahan atau secara tidak langsung dari daging hewan.
• Hal tersebut dikarenakan tumbuhan dapat memproses mineral dari tanah melalui fotosintesa dan merubahnya menjadi organik.
• Beberapa manfaat mineral diantaranya adalah :
1. Boron : Bermanfaat untuk kesehatan tulang, menjaga fungsi otak, anti penuaan, menjaga kesehatan seksual, mencegah kanker, mengobati penyakit alzheimer, dan nyeri otot.
2. Kalsium : Menjaga kesehatan tulang, mencegah artritis, menjaga kesehatan gigi, berperan dalam penurunan berat badan, mencegah kanker usus besar, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
3. Tembaga : Bermanfaat untuk fungsi otak, perawatan kulit, radang sendi, infeksi tenggorokan, kekurangan hemoglobin, kekebalan, dan penyakit jantung.
4. Yodium : Bermanfaat untuk perawatan rambut, menjaga metabolisme tubuh, kehamilan, hingga kanker.
5. Besi : Membantu pembentukan hemoglobin, menjaga metabolisme tubuh, membantu mengatasi anemia, dan menjaga fungsi otak.
6. Magnesium : Bermanfaat untuk mencegah tekanan darah tinggi, serangan jantung, kram, diabetes, asma, menjaga kesehatan tulang, dan baik untuk masa kehamilan.
7. Mangan : Menjaga metabolisme tubuh, mencegah osteoporosis, kelelahan, peradangan, epilepsi, menjaga fungsi otal dan alat reproduksi.
8. Fosfor : Menjaga kesehatan tulang, fungsi otak, perawatan gigi, metabolisme tubuh dan fungsi seksual.
9. Kalium : Mengatur tekanan darah, mencegah penyakit jantung, gangguan otot, kram, gangguan ginjal, radang sendi, dan menjaga ketersediaan air dalam tubuh.
10. Natrium : Menjaga keseimbangan air dalam tubuh, menjaga tubuh dari sengatan sinar matahari, menjaga fungsi otak, anti penuaan, dan mencegah kram otot.
11. Zinc : Untuk perawatan kulit, eksim, jerawat, penyembuhan luka, gangguan postrate, membantu dalam penurunan berat badan, reproduksi, perawatan mata dan rambut.

F. Air

Air diperoleh dengan langsung melalui minum dan secara tidak langsung dari buah-buahan atau makanan lain.
• Air dalam tubuh diperlukan dalam jumlah yang besar karena berfungsi untuk
1. melarutkan zat makanan,
2. Air juga untuk mengangkut zat makanan dari jaringan ke jaringan yang lain
3. untuk mengangkut zat sampah dari jaringan ke alat ekskresi 4. untuk menjaga stabilitas suhu tubuh.

G. Zat Aditif
• zat aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil,
• Tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.

• Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.

• Bahan aditif alami tidak mengganggu kesehatan, dan aditif sintesis dapat menggangu kesehatan
• Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.
• Macam-macam Zat Aditif : pewarna, penyedap rasa, aroma, penguat rasa, pemanis buatan, pengawet, anti oksidan, pengemulsi. pemantap, pengental, pemutih, pengatur keasaman, anti kempal dll
1. Zat Pewarna
• Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik
• Contoh : pewarna alami : Anato (orange) , Karamel (cokelat hitam), Beta karoten (kuning), Klorofil (hijau) • Contoh pewarna sintetik : Biru berlian (biru), Coklat HT (coklat), Eritrosit (merah), Hijau FCF (hijau)
2. Penyedap rasa dan aroma
• Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
• Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
• Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
3. Penguat rasa (flavour echancer)
• Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG(Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenal dengan nama vetsin.
4. Zat pemanis buatan
• Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500xgula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.
5. Pengawet
• Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme
• Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
• Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan saos. • Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
• Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet
• Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
5. Anti oksidan zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
• Contoh:
• Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan,kaldu, dan buah kalengan.
• Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
• Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
6. Pengemulsi, pemantap, dan pengental
• Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. • Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
7. Pemutih dan pematang tepung
• Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan
• Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
8. Pengatur keasaman
• Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.
• Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida,asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat.
9. Anti kempal
• Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk.
• Contoh: aluminiumsilikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
10. Pengeras
• Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
• Contoh: aluminiumamonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan) 11. Sekuestran Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
• Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim)
12. Penambah gizi
• Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
• Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin

 

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)