Reaktivasi Jalur KA di Jabar Butuh Investasi Hingga Rp 5 T

Reaktivasi Jalur KA di Jabar Butuh Investasi Hingga Rp 5 T

Reaktivasi Jalur KA di Jabar Butuh Investasi Hingga Rp 5 T
Reaktivasi Jalur KA di Jabar Butuh Investasi Hingga Rp 5 T

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mempercepat reaktivasi 4 jalur kereta api yang ada di wilayah Jawa Barat, seperti Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran, Cibatu-Garut dan Bandung-Tanjungsari.

Manager Komunikasi PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus

menyatakan, dari 4 jalur yang akan direaktivasi, jalur Cibatu-Garut merupakan jalur yang progresnya lebih cepat, dimana saat ini sudah masuk dalam pembayaran biaya bongkar.

“Saat ini yang sedang dalam tahap pengerjaan yang cukup pesat adalah reaktivasi Cibatu-Garut, sudah melakukan pembayaran biaya bongkar pada masyarakat yang bangunannya terdampak, itu ada 1.077 bangunan,” ucapnya.

Joni menyatakan, berdasarakan hasil pantauan di lapangan saat ini sebagian besar pemilik bangunan yang berada di atas jalur kereta sudah mendapat uang bongkar dan sebagian dari mereka sudah membongkar bangunannya sendiri.

“Kemarin kami sudah survei, sudah banyak masyarakat yang melakukan pembongkaran sendiri,”

kata Joni, dalam acara HUT ke-25 BUMN di Soreang, Minggu (10/03).

Menurut Joni, untuk melakukan rekativasi 4 jalur kereta api ini pemerintah harus mengeluarkan

anggaran untuk investasi prasarana cukup besar yang mencapai Rp 5 triliun lebih.

“Jalur Cibaru-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 km entimasi biaya Rp.0,87 T, Banjar-Pangandaran-Cijulang 82 km estimasinya Rp 1,76 T, jalur Rancaekek-Tanjungsari panjang trase 11,5 km investasi prasarananya Rp 1,04 T dan jalur Bandung-Ciwidey sepanjang 37,8 km investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 2,4 T,” tuturnya. (Parno)

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/peranan-tumbuhan-paku/